Hawa dingin menjalar keseluruh tubuh,
beku, butuh sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh, sudah berapa lapis
pakaian yang ku kenakan, sweater tak luput tuk dipakai, akhir – akhir ini cuaca
tak begitu menentu, matahari yang berdiri kokoh memberikan sinar teriknya masih
saja dingin terasa, bukan pertanda hujan akan datang, angin berlari – lari
dengan riangnya tanpa menghiraukan para debu beterbangan, gadis hujan berjemur
dibawah terik mentari tuk menghangatkan tubuh, jam tujuh masih ada setengah jam
lagi berada disini sebelum bel sang penganggu telinga berbunyi, setidaknya
sedikit menghilangkan beku tubuh yang tak tertahan bicaranya dalam benak,
sendiri menikmati mentari yang terus menari, begitu indah ciptaan-Mu, begitu
banyak nikmat ketika kau sadar arti dari bersyukur.
Bel berbunyi tanda mulainya pelajaran,
sang guru sedikit terlambat atau tidak datang selama sekali, jam menunjukkan
jam delapan lewat. Sedari tadi gadis hujan hanya melemparkan pandangannya
keluar, ada apakah gerangan ? gadis hujan nama yang ku sematkan untuknya karena
ketika hujan datang senyum renyah slalu mengembang di wajahnya. Ceria tertulis
jelas diraut wajahnya yang cabi. Seperti mendapatkan mainan yang tak ternilai
harganya. Banyak cerita dibalik hujan itu. Ku ikuti arah pandangannya, ternyata
ku temukan sosok pria tinggi itu, pria yang sudah hampir 1 tahun 2 bulan ini
mengisi relung - relung hatinya.
*********
Usai sudah kegiatan sekolah penuh
dengan mencatat, seperti biasa kegiatan selanjutnya ketika tiba dirumah adalah
bersih-bersih yang tiada habisnya, slalu saja menunggu tuk dikerjakan. Nada pesan
yang tak lagi asing ditelingaku. Ku abaikan pesan yang tak tahu dari siapa
pengirimnya, tanpa ku lirik hp disebelahku. Menyelsaikan tugas- tugas rumah
merupakan prioritasku agar bisa istirahat cepat.
*********
Jam 04.00 menunjukkan senja kan tiba
sebentar lagi, sambil menunggu tak lupa untuk menonton drama korea favoriteku,
duduk santai menikmati setiap cerita yang tlah dibuat. Ku lirik hp yang sedari
tadi berbunyi, ku coba membaca pesan, ah,,, pesan dari pria itu, teman orang
spesialnya sepupuku.
“hai, gi ngaps ?” pesan singkat yang
tertulis
“ sorry, ru bls cz lgi nonton aja”
jawabku membalas pesan singkat itu
Pesan-pesan ringan terus berdatangan
setiap hari nya, pria itu sedikit demi sedikit tapi pasti masuk dalam
kehidupannya. Tak hanya pesan singkat yang dikirim terkadang mereka berlanjut
dalam oboral yang tak jelas. Telponan dini hari, suatu aktivitas selanjutnya
yang mereka lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar