Selasa, 01 September 2015

[Cerita I ] Berkelanjutan



Hawa dingin menjalar keseluruh tubuh, beku,  butuh sesuatu yang bisa  menghangatkan tubuh, sudah berapa lapis pakaian yang ku kenakan, sweater tak luput tuk dipakai, akhir – akhir ini cuaca tak begitu menentu, matahari yang berdiri kokoh memberikan sinar teriknya masih saja dingin terasa, bukan pertanda hujan akan datang, angin berlari – lari dengan riangnya tanpa menghiraukan para debu beterbangan, gadis hujan berjemur dibawah terik mentari tuk menghangatkan tubuh, jam tujuh masih ada setengah jam lagi berada disini sebelum bel sang penganggu telinga berbunyi, setidaknya sedikit menghilangkan beku tubuh yang tak tertahan bicaranya dalam benak, sendiri menikmati mentari yang terus menari, begitu indah ciptaan-Mu, begitu banyak nikmat ketika kau sadar arti dari bersyukur.
Bel berbunyi tanda mulainya pelajaran, sang guru sedikit terlambat atau tidak datang selama sekali, jam menunjukkan jam delapan lewat. Sedari tadi gadis hujan hanya melemparkan pandangannya keluar, ada apakah gerangan ? gadis hujan nama yang ku sematkan untuknya karena ketika hujan datang senyum renyah slalu mengembang di wajahnya. Ceria tertulis jelas diraut wajahnya yang cabi. Seperti mendapatkan mainan yang tak ternilai harganya. Banyak cerita dibalik hujan itu. Ku ikuti arah pandangannya, ternyata ku temukan sosok pria tinggi itu, pria yang sudah hampir 1 tahun 2 bulan ini mengisi relung  -  relung hatinya.
*********
            Usai sudah kegiatan sekolah penuh dengan mencatat, seperti biasa kegiatan selanjutnya ketika tiba dirumah adalah bersih-bersih yang tiada habisnya, slalu saja menunggu tuk dikerjakan. Nada pesan yang tak lagi asing ditelingaku. Ku abaikan pesan yang tak tahu dari siapa pengirimnya, tanpa ku lirik hp disebelahku. Menyelsaikan tugas- tugas rumah merupakan prioritasku agar bisa istirahat cepat.
*********
            Jam 04.00 menunjukkan senja kan tiba sebentar lagi, sambil menunggu tak lupa untuk menonton drama korea favoriteku, duduk santai menikmati setiap cerita yang tlah dibuat. Ku lirik hp yang sedari tadi berbunyi, ku coba membaca pesan, ah,,, pesan dari pria itu, teman orang spesialnya sepupuku.
            “hai, gi ngaps ?” pesan singkat yang tertulis
            “ sorry, ru bls cz lgi nonton aja” jawabku membalas pesan singkat itu

            Pesan-pesan ringan terus berdatangan setiap hari nya, pria itu sedikit demi sedikit tapi pasti masuk dalam kehidupannya. Tak hanya pesan singkat yang dikirim terkadang mereka berlanjut dalam oboral yang tak jelas. Telponan dini hari, suatu aktivitas selanjutnya yang mereka lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar